Manajemen Perpustakaan Berbasis Digital dalam Upaya Membangun Kualitas Sekolah

Posted: April 10, 2012 in Manajemen Layanan Khusus
Visi : Dengan perpustakaan berbasis digital, prestasi unggul membangun kualitas pendidikan.

Misi:

  1. Meningkatkan kualitas sekolah dalam ilmu pengetahuan serta teknologi berwawasan global.
  2. Mengembangkan pemanfaatan perpustakaan berbasis digital.
  3. Menciptakan motivasi belajar peserta didik dengan perangkat digital.

Deskripsi:

Manajemen perpustakaan digital di sekolah merupakan suatu usaha yang dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dalam memperoleh pengetahuan secara teknologi. Kualitas atau mutu pendidikan tidak bisa diperoleh dengan instan. Dalam memperoleh sebuah kualitas pendidikan perlunya perencanaan yang matang terlebih dahulu. Implementasi program perpustakaan digital terhadap kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam upaya pencapaian tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran yang dirumuskan dengan baik dan benar, selayaknya diupayakan pencapaiannya secara maksimal. Pemaksimalan pencapaian tujuan pengajaran tersebut dapat dilakukan antara lain dengan penyediaan dan pelayanan perpustakaan  yang memadai. Dengan adanya pengelolaan perpustakaan digital yang lebih maju akan membantu siswa dalam pengaksesan sumber buku yang dicari dengan mudah, sehingga siswa dapat memenuhi keinginanya dengan cepat dan mudah.

Latar Belakang

Permasalahan yang sering muncul dimasa teknologi saat ini berkumpul pada pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan di sekolah pada setiap jenjang dan satuan pendidikan dianggap sebagai salah satu permasalahan yang ada di Indonesia. Kualitas/mutu pendidikan perlu dipertanyakan. Berbagai usaha dilakukan dalam meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan. Usaha-usaha  yang dilakukan, misalnya meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan, pengembangan kurikulum, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pengadaan buku dan alat pengajaran.

Mutu pendidikan tidak dapat mengalami peningkatan secara merata, salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya keseimbangan dalam memperhatikan input, proses, dan output pendidikan. Dalam input pendidikan terdapat sarana prasarana pendidikan, pendidik, peserta didik, buku, serta media pembelajaran yang terpenuhi, mutu pendidikan sebagai outout akan terpenuhi secara baik dengan didukung oleh proses pendidikan. Input pendidikan (Rohiat, 2010) seperti manajemen dalam layanan khusus yang memiliki tugas untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Keberhasilan belajar tersebut di antaranya harus ditunjang dengan pusat sumber belajar, pusat kesehatan sekolah, bimbingan konseling, dan kantin sekolah. Untuk keberhasilan yang ditunjang dengan pusat sumber belajar dapat dilakukan dengan mendirikan layanan perpustakaan. Layanan perpustakaan yang dapat memotivasi minat belajar peserta didik berupa layanan perpustakaan yang berbasis digital. Layanan perpustakaan digital tersebut membutuhkan manajemen yang dapat mengatur, mengelola, mengawasi, mengevaluasi segala bentuk kegiatan keperpustakaan.

Manfaat yang diperoleh dari perpustakaan digital, misalnya sebagai sarana informasi, sarana rekreasi, sebagai sumber kegiatan belajar mengajar disekolah. Perkembangan pemanfaatan dari perpustakaan digital dapat membantu pengembangan kualitas pendidikan atau sekolah. Dalam pembanguanan kualitas sebuah sekolah dapat terbangun secara baik bila dikendalikan secara optimal.

Manajemen Perpustakaan Digital

Perpustakaan menurut Kaluge merupakan suatu ruangan atau tempat yang berisi bahan pustaka baik berupa buku maupun non buku yang diatur dan diklasisikasikan menurut siatem atau aturan tertentu untuk digunakan oleh pembacanya. Sedangkan manajemen sendiri menurut Lee (Manulang, 2008) adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasi, penyunsunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Perpustakaan digital menurut Sismanto (Subrata, 2009) dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tersebut melalui perangkat digital. Dari berbagai pengertian yang diuraikan diatas dapat dicapai bahwa manajemen perpustakaan digital adalah suatu seni manajemen dalam sistem layanan dan objek informasi melalui perangkat digital.

Manajemen perpustakaan digital dalam dilingkungan sekolah dapat diterapkan secara terstruktur. Dimana penyelenggaraan manajemen perpustakaan digital sesuai dengan pengelolaan yang dapat direncanakan. Perencanaan yang ada dalam pengelolaan perpustakaan digital yaitu (1) menentukan siapa yang menjadi sasaran dari perpustakaan digital, (2) penetapan tujuan yang akan dicapai secara maksimal, (3) Penentuan lokasi gedung atau ruangan dari perpustakaan digital, (4) Pengadaan perabotan dan perlengkapan, serta perangkat digital, (5) penentuan personalia perpustakaan digital, (6) bagaimana sistem pelayanan perpustakaan digital yang ada disekolah?

Dalam manajemen perpustakaan digital, selain pengelolaan juga perlu implementasi perpustakaan digital yang efektif dan efisien. Secara umum, implementasi program perpustakaan terhadap kegiatan belajar-mengajar dapat diidentifikasi menurut Kusmintardjo (1992) sebagai berikut:

  1. Membantu menumbuhkan dan mengembangkan aktivitas anak.

Pertumbuhan dan perkembangan aktivitas anak dapat terjadi jika anak merasa dapat mengikuti (secara phisik dan psikhis) kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah itu. Untuk dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar terutama untuk bidang studi yang sifatnya lebih banyak kognitif dan efektif, maka perlu tersedianya suatu resources yang memungkinkan anak tersebut selalu merasa aktual. Pada resources inilah (yang bisa berupa bahan pustaka) anak dapat berlomba untuk selalu siap mengikuti materi yang disampaikan. Media untuk dapat selalu siap inilah yang diamksudkan dengan tumbuh dan berkembangnya aktivitas anak.

  1. Menurunkan kadar ketergantungan siswa pada guru.

Perpustakaan yang lengkap koleksinya dan terkelola dengan baik, bila dimanfaatkan secara optimal akan dapat membuat siswa tidak terlalu tergantung kepada guru. Siswa akan berpandangan bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. Pendekatan CBSA atau Student Active Learning dalam kegiatan belajar mengajar menunutut siswa lebih aktif mempelajari dan menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri. Disinilah letak peran perpustakaan sekolah sebagai resources yang akhirnya dapat mengurangi ketergantungan siswa kepada guru. Guru berperan sebagai fasilitator, walaupun masih harus sebagai sumber utama yang terpercaya.

  1. Efisiensi dan efektivitas dalam upaya pencapaian tujuan pengajaran.

Tujuan pengajaran yang dirumuskan dengan baik dan benar, selayaknya diupayakan pencapaiannya secara maksimal. Pemaksimalan pencapaian tujuan pengajaran tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menyediakan dan pelayanan perpustakaan yang memadai. Di perpustakaan sekolah siawa dapat melengkapi pemahamannya tehadap materi yang disampaikan guru sehingga tujuan pengajaran menjadi relatif lebih mudah untuk dicapai siswa.

Dalam implementasi perpustakaan digital dapat ditambahkan dengan memberikan pengetahuan atau fasilitas dengan perangkat digital. Perangkat digital yang secara pengetahuan dapat membuat peserta didik menjadi lebih efektif dan efisien terhadap mencari pengetahuan, informasi dan mengerjakan tugas-tugas.

Setelah implementasi, langkah selanjutnya perlu pemeliharaan dan pengawasan dalam manajemen perpustakaan digital agar sesuai dengan arah tujuan dan tepat sasaran. Pengawasan dapat dilakukan oleh personil yang ada dalam perpustakaan digital disekolah termasuk kepala sekolah. Untuk pemeliharaan tentunya dapat dilakukan oleh seluruh pihak sekolah harus ikut turun membatu pemeliharaan perpustakaan digital agar tetap terstruktur. Dari pengawasan dan pemeliharaan dapat dilakukan pengevaluasian apakah perpustakaan digital di sekolah berjalan sesuai dengan tujuan dan mampu mengembangkan kualitas sekolah.

Manajemen perpustakaan digital di sekolah merupakan suatu usaha yang dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dalam memperoleh pengetahuan secara teknologi. Dengan demikian manajemen perpustakaan digital secara tidak langsung dapat mengembangkan kualitas peserta didik yang menggunakannya.

Kualitas Sekolah

Kualitas atau mutu pendidikan tidak bisa diperoleh dengan instan. Dalam memperoleh sebuah kualitas pendidikan perlunya perencanaan yang matang terlebih dahulu. Sebuah kualitas dapat menjadi bagian dalam strategi sebuah institusi yang dalam meraihnya perlu pendekatan yang sistematis. Bagian dari upaya dalam meningkatkan mutu yaitu dengan perencanaan yang strategis.

Input, proses dan output pendidikan merupakan cakupan dari kualitas atau mutu dari sebuah pendidikan. Sebuah mutu atau kualitas (Rohiat, 2010) sendiri dapat diartikan sebagai gambaran dan karakteristik  menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atauyang tersirat.

Dalam pendidikan yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangakan kualitas pendidikan salah satunya adalah input dari pendidikan. Input (Rohiat, 2010) dapat didefinisikan sebagai segala hal yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Segala hal yang dimaksud meliputi sumber daya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses. Input sumber daya, meliputi sumber daya manusia (kepala sekolah, guru-termasuk guru BP-, karyawan, siswa) dan sumber daya selebihnya (peralatan, perlengkapan, uang, bahan, dsb). Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana, program, dsb.

Input yang sudah terpenuhi dapat dilanjutkan dengan proses pendidikan yang efektif dan efisien. Kejadian berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain adalah pengertian dari proses pendidikan. Dalam lingkup sekolah proses pendidikan meliputi pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, proses belajar mengajar serta proses monitoring, dan evaluasi. Dari lingkup proses pendidikan yang harus diutamakan adalah proses belajar mengajar dari pada lingkup yang lain.  Proses dikatakan bermutu tinggi oleh Rohiat apabila pengkoordinasi dan penyerasian serta pmaduan input sekolah (guru, siswa, kurikulum, uang, peralatan, dsb) dilakukan secara harmonis dan terpadu sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning), mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memperdayakan peserta didik.

Output merupakan suatu hasil dari proses. Sedangkan output pendidikan merupakan prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/ perilaku sekolah, inovasi, kualitas kehidupan kerja dan moral kerjanya (Rohiat, 2010). Sebuah sekolah dapat dikatakan bermutu tinggi didapat dari output sekolah yang mutunya tinggi juga. Mutu atau kualitas yang tinggi berupa prestasi sekolah yang menunjukakan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik (nilai pencapaian ketuntasan kompetensi, UNAS), non akademik (kesenian, kesopanan, keterampilan dsb). Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan kegiatan yang saling berhubungan (proses) seperti perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Manajemen Perpustakaan Berbasis Digital dalam Membangun Kualitas Sekolah

Secara umum, implementasi program perpustakaan digital terhadap kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam upaya pencapaian tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran yang dirumuskan dengan baik dan benar, selayaknya diupayakan pencapaiannya secara maksimal. Pemaksimalan pencapaian tujuan pengajaran tersebut dapat dilakukan antara lain dengan penyediaan dan pelayanan perpustakaan  yang memadai. Dengan adanya pengelolaan perpustakaan digital yang lebih maju akan membantu siswa dalam pengaksesan sumber buku yang dicari dengan mudah, sehingga siswa dapat memenuhi keinginanya dengan cepat dan mudah.

Tujuan perpustakaan digital menurut Association of Research Libraries (ARL) tahun 1995, adalah sebagai berikut: Untuk melancarkan pengembangan yang sistematis tentang cara mengumpulkan, menyimpan, dan mengorganisasi informasi dan pengetahuan dalam format digital, untuk mengembangkan pengiriman informasi yang hemat dan efisien di semua sektor, untuk mendorong upaya kerjasama yang sangat mempengaruhi investasi pada sumber-sumber penelitian dan jaringan komunikasi, untuk memperkuat komunikasi dan kerjasama dalam penelitian, perdagangan, pemerintah, dan lingkungan pendidikan, untuk mengadakan peran kepemimpinan internasional pada generasi berikutnya dan penyebaran pengetahuan ke dalam wilayah strategis yang penting, untuk memperbesar kesempatan belajar sepanjang hayat.

Manajemen perpustakaan berbasis digital memiliki manfaat dalam proses dimana manfaatnya yaitu dijelaskan oleh Bafadal dalam manfaat perpustakaan sekolah, baik yang diselenggarakan di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.

  1. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
  2. Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
  3. Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan membaca.
  4. Perpustakaan sekolah dapat mempercepat penguasaan teknik membaca.
  5. Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
  6. Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
  7. Perpustakan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
  8. Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Semua manfaat yang ada diatas dapat ditemukan dalam proses pendidikan, terutama dalam proses belajar mengajar. Selain itu pemanfaatan perpustakaan berbasis digital di peroleh untuk dapat membantu peserta didikan dalam pengembangan motivasi belajar. Dalam pengembangan belajar peserta didik mampu juga mengembangkan potensi atau keterampilan yang dimiliki. Pengembangan potensi yang membawa keberhasilan baik dalam akademik maupun nonakademik masing-masing peserta didik. Selain itu tidak ketergantungan kepada guru sebagai fasilitator yang dapat dipercaya oleh peserta didik.

Motivasi belajar peserta didik melalui perpustakaan digital mampu membangun prestasi sekolah, dimana sebuah sekolah yang prestasinya tinggi akan membangun kualitas sekolah yang baik pula. Dengan begitu perpustakaan digital terus diawasi, dipelihara, dikelola secara terus menerus sebagai salah satu aspek pengembangan kualitas sekolah yang berpotensi tinggi.

Pengendalian mutu (Danim, 2010) adalah sebuah proses atau rangkaian proses yang dirancang untuk menetapkan standar mutu yang ditetapkan, yang akan memenuhi harapan pelanggan; menilai apakah produk, layanan, proses, atau sistem sesuai dengan yang standar, dan identifikasi ada kesenjangan, ketidaksesuaian, atau kegagalan untuk memenuhi standar. Pengendalian mutu dalam manajemen perpustakaan berbasis digital dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Sebuah pengendalian mutu dalam manajemen perpustakaan digital dapat mengatur bagaimana tujuan, sasaran tercapai dengan baik.

Setelah adanya pengendalian mutu perlu penjaminanan mutu. Penjaminan mutu (Danim, 2010)  sendiri adalah sebuah proses yang memenuhi kriteria spesifik sesuai dengan standar kebutuhan dan harapan siswa sebagai subjek inti pembelajaran. Proses itu mengikuti pedoman dan prosedur yang dirancanng khusus untuk mencapai tingkat mutu yang diinginkan dengan hasil belajar yang terukur. Selain hasil belajar tentu peningkatan prestasi peserta didik, peningkatan perkembangan perpustakaan digital serta kualitas sekolah juga terpenuhi secara baik.

Dalam perkembangan kualitas sekolah dapat diwujudkan melalui adanya dukungan dari peserta didik yang memiliki prestasi yang mencolok. Selain itu prestasi peserta didik dapat didorong melalui perkembangan informasi secara teknologi melalui perangkat digital dengan manajemen yang terselenggara dengan baik.

Kesimpulan dan Saran

Kualitas sekolah dapat diperoleh dari prestasi sekolah yang berpotensi untuk usaha membangun. Prestasi sekolah berupa prestasi peserta didik dalam proses belajar mengajar melalui perangkat pendukung (berupa perangkat digital dalam perpustakaan sekolah).

Dengan perpustakaan digital di sekolah dengan penerapan dan implementasi yang optimal akan dapat mengembangkan kualitas sekolah dengan manfaat serta dapat ikut mencerdaskan anak bangsa karena perpustakaan digunakan sebagai sarana memperoleh informasi untuk dasar mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu diharapkan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan perpustakaan karena dapat dijadikan sebagai pembelajaran alternative diluar sekolah dan pengembangan kualitas sekolah di Indonesia.

Daftar Pustaka

Kusmintardjo. 1992. Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah (Jilid II). Malang: IKIP Malang.

Bafadal, Ibrahim. 2011. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Danim, Sudarwan dan Danim, Yunan. 2010. Administrasi Sekolah dan Manajemen Kelas. Bandung: Pustaka Setia.

Manullang, .M. 2008. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada Unyversity Press.

Rohiat. 2010. Manajemen Sekolah. Bandung: Retika Aditama

Subrata, Gatot. 2009. Perpustakaan Digital. http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/kargto/Perpustakaan%20Digital.pdf Diakses tanggal 11 Maret 2012

Sismanto. 2007. Sinopsis Manajemen Perpustakaan Digitalhttp://mkpd.wordpress.com/2007/05/21/sinopsis-manajemen-perpustakaan-digital/ Diakses tanggal 11 Maret 2012

Komentar
  1. Sismanto mengatakan:

    Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. AMin..
    Bagi yang ingin konsultasi manajemen perpustakaan digital bisa menghubungi saya di http://mkpd.wordpress.com atau di email saya

  2. Sismanto mengatakan:

    Semoga tulisan ini berguna bagi para pembaca. bagi yang menginginkan konsultasi manajemen perpustakaan (digital) bisa menghubungi saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s